Nasional

TNI AL Kerahkan 2 Kapal Perang ke Samudra Pasifik, Ada Apa?

No comment 204 views
banner 160x600

riaubertuah.id

Dirgantara News, Jakarta - TNI AL mengerahkan dua kapal perang, KRI Hampala-880 dan KRI Gulamah-869, menuju perairan Selat Dampier hingga menembus Samudra Pasifik, Jumat (03/04/2026).

Pengerahan dua unsur di bawah kendali operasi Gugus Keamanan Laut (Guskamla) Koarmada III ini merupakan bagian dari manuver latihan bersama di tengah pelaksanaan Operasi Keamanan Laut (Opskamla) 2026. Langkah tersebut bertujuan mempertajam kesiapsiagaan operasi serta profesionalisme prajurit dalam menjaga kedaulatan laut NKRI.

Komandan Guskamla Koarmada III Laksamana Pertama Elmondo Samuel Sianipar, memimpin langsung jalannya latihan dari atas geladak KRI Hampala-880. Ia menegaskan pentingnya koordinasi antarunsur saat menghadapi ancaman nyata di lapangan.

“Kegiatan ini menjadi sarana mengasah kemampuan taktis personel. Kami ingin memastikan koordinasi antar-KRI tetap solid dalam merespons berbagai potensi gangguan keamanan di laut,” ujar Elmondo, dikutip dari keterangan Dispenal, Senin (6/4).

Sepanjang latihan, para prajurit melahap berbagai materi teknis yang krusial. Salah satunya adalah latihan melewati medan ranjau (Minefield Transit) serta komunikasi isyarat bendera (Flag Hoist) untuk menjaga kerahasiaan informasi antarkapal.

Tak hanya itu, kedua KRI juga mempraktikkan teknik mendekat antarkapal saat berlayar atau Replenishment at Sea Approach (RASAP). Prosedur ini sangat penting untuk pengiriman logistik maupun bahan bakar di tengah laut tanpa harus bersandar ke pelabuhan.

Situasi di atas kapal sempat menegang saat prajurit menggelar simulasi peran tempur menghadapi bahaya kapal permukaan. Personel juga diuji dalam peran penyelamatan kapal (PEK), yakni prosedur darurat untuk menangani kebakaran atau kebocoran akibat serangan musuh maupun kecelakaan laut.

“Prajurit harus sigap dalam situasi tempur maupun kondisi darurat. Latihan ini memastikan mereka siap menghadapi skenario terburuk di tengah samudra,” tegas Elmondo.

Aksi ini merupakan pengejawantahan dari instruksi Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali yang menekankan peningkatan kesiapan operasional adalah harga mati bagi setiap prajurit untuk membentengi wilayah perairan nasional.

Usai merampungkan serangkaian latihan berat, KRI Hampala-880 dan KRI Gulamah-869 langsung melanjutkan tugas patroli di sektor masing-masing. Kehadiran kapal perang ini diharapkan mampu mempersempit ruang gerak pelaku pelanggaran hukum di wilayah perairan Indonesia Timur.***red/rfm